Abstrak
Pertumbuhan yang pesat dari akumulasi
data telah menciptakan kondisi kaya akan data tapi minimum informasi. Data
warehouse merupakan penyimpanan data yang berorientasi objek, terintegrasi,
mempunyai variant waktu, dan menyimpan data dalam bentuk nonvolatile sebagai
pendukung manejemen dalam proses pengambilan keputusan. Data warehouse menyatukan
dan menggabungkan data dalam bentuk multidimensi.
Pembangunan data warehouse meliputi
pembersihan data, penyatuan data dan transformasi data dan dapat dilihat
sebagai praproses yang penting untuk digunakan dalam data mining. Akuisisi data adalah proses sampling dari kondisi dunia nyata fisik dan konversi dari
sampel yang dihasilkan menjadi nilai numerik digital yang dapat dimanipulasi
oleh komputer. akuisisi data dan sistem akuisisi data (disingkat dengan akronim
DAS) biasanya melibatkan konversi bentuk gelombang analog menjadi nilai
digital untuk diproses. Komponen dari sistem akuisisi data meliputi:
Sensor yang mengkonversi parameter fisik untuk sinyal-sinyal listrik.
Sirkuit pengkondisian sinyal untuk mengubah sinyal sensor menjadi bentuk yang
dapat dikonversikan ke nilai digital.
Data mining merupakan
penambangan atau penemuan informasi baru dengan mencari pola atau aturan
tertentu dari sejumlah data dalam jumlah besar yang diharapkan dapat mengatasi
kondisi tersebut. Hal ini sering digunakan dalam berbagai praktek
profil, seperti pemasaran, pengawasan, penipuan deteksi dan penemuan ilmiah.
Kata kunci : Data
Warehouse, Akusisi Data, Data Mining, Analitik Bisnis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dengan kemajuan teknologi informasi
dewasa ini, kebutuhan akan informasi yang akurat sangat dibutuhkan dalam
kehidupan sehari-hari, sehingga informasi akan menjadi suatu elemen penting
dalam perkembangan masyarakat saat ini dan waktu mendatang. Namun kebutuhan
informasi yang tinggi kadang tidak diimbangi dengan penyajian informasi yang
memadai, sering kali informasi tersebut masih harus di gali ulang dari data
yang jumlahnya sangat besar. Kemampuan teknologi informasi untuk mengumpulkan
dan menyimpan berbagai tipe data jauh meninggalkan kemampuan untuk
menganalisis, meringkas dan mengekstrak pengetahuan dari data.
Metode tradisional untuk menganalisis
data yang ada, tidak dapat menangani data dalam jumlah besar. Pemanfaatan data
yang ada di dalam sistem informasi untuk menunjang kegiatan pengambilan
keputusan, tidak cukup hanya mengandalkan data operasional saja, diperlukan
suatu analisis data untuk menggali potensi-potensi informasi yang ada. Para
pengambil keputusan berusaha untuk memanfaatkan gudang data yang sudah dimiliki
untuk menggali informasi yang berguna membantu mengambil keputusan, hal ini
mendorong munculnya cabang ilmu baru untuk mengatasi masalah penggalian
informasi atau pola yang penting atau menarik dari data dalam jumlah besar,
yang disebut dengan data mining.
Penggunaan teknik data mining diharapkan
dapat memberikan pengetahuan-pengetahuan yang sebelumnya tersembunyi di dalam
gudang data sehingga menjadi informasi yang berharga. Data warehouse menyatukan
dan menggabungkan data dalam bentuk multidimensi. Pembangunan data warehouse
meliputi pembersihan data, penyatuan data dan transformasi data dan dapat
dilihat sebagai praproses yang penting untuk digunakan dalam data mining. Selain
itu data warehouse mendukung On-line Analitycal Processing
(OLAP), sebuah kakas yang digunakan untuk menganalisis secara interaktif dari
bentuk multidimensi yang mempunyai data yang rinci. Sehingga dapat
memfasilitasi secara efektif data generalization dan data mining.
Akuisisi data dan sistem akuisisi
data (disingkat dengan akronim DAS) biasanya melibatkan konversi
bentuk gelombang analog menjadi nilai digital untuk diproses. Komponen dari
sistem akuisisi data meliputi: Sensor yang mengkonversi parameter fisik untuk
sinyal-sinyal listrik. Sirkuit pengkondisian sinyal untuk mengubah sinyal
sensor menjadi bentuk yang dapat dikonversikan ke nilai digital. Di dalam Kecerdasan bisnis
menguraikan komponen arsitektural dasar dari suatu lingkungan BI.
Kecerdasan bisnis meliputi pemerolehan informasi dan data dari banyak sumber
dan menggunkannya dalam pengambilan keputusan.
1 .
Membahas Pengertian Data Warehouse
2 .
Membahas Pengertian Akusisi Data.
3 .
Menjelaskan Pengertian Data Mining
4 .
Menjelakan Pengertian Analitik Bisnis
1.1 Tujuan Penulisan
1.
Agar dapat mengetahui lebih jauh tentang Data
Warehouse, Akusisi Data, Data Mining, Analitik Bisnis.
2. Untuk memberikan pemahaman tentang Kecerdasan Bisnis
agar dapat mengambil keputusan dalam mengolah data.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Data Warehouse
Data warehouse adalah sebuah sistem yang mengambil dan
menggabungkan data secara periodik dari sistem sumber data ke penyimpanan data
bentuk dimensional atau normal (Rainardi, 2008). Data warehouse merupakan
penyimpanan data yang berorientasi objek, terintegrasi, mempunyai variant waktu,
dan menyimpan data dalam bentuk nonvolatile sebagai pendukung manejemen
dalam proses pengambilan keputusan (Han, 2006). Data warehouse menyatukan
dan menggabungkan data dalam bentuk multidimensi. Pembangunan data warehouse
meliputi pembersihan data, penyatuan data dan transformasi data dan dapat
dilihat sebagai praproses yang penting untuk digunakan dalam data mining.
Selain itu data warehouse mendukung On-line
Analitycal Processing (OLAP), sebuah kakas yang digunakan untuk
menganalisis secara interaktif dari bentuk multidimensi yang mempunyai data
yang rinci. Sehingga dapat memfasilitasi secara efektif data generalization dan
data mining. Banyak metode-metode data mining yang lain seperti
asosiasi, klasifikasi, prediksi, dan clustering, dapat diintegrasikan
dengan operasi OLAP untuk meningkatkan proses mining yang interaktif
dari beberapa level dari abstraksi. Oleh karena itu data warehouse menjadi
platform yang penting untuk data analisis dan OLAP untuk dapat menyediakan
platform yang efektif untuk proses data mining.
Empat karakteristik dari data warehouse meliputi :
1. Subject
oriented : sebuah data warehouse disusun dalam subjek utama, seperti
pelanggan, suplier, produk, dan sales. Meskipun data warehouse terkonsentrasi
pada operasi harian dan proses transaksi dalam perusahaan, data warehouse pada pemodelan dan analisis data untuk pembuat
keputusan. Oleh karena itu data warehouse mempunyai karakter menyediakan
secara singkat dan sederhana gambaran seputar subjek lebih detail yang dibuat
dari data luar yang tidak berguna dalam proses pendukung keputusan.
2. Integrated
: Data warehouse biasanya dibangun dari bermacam-macam sumber yang
berbeda, seperti database relasional, flat files, dan on-line
transaction records. Pembersihan dan penyatuan data diterapkan untuk
menjamin konsistensi dalam penamaan, struktur kode, ukuran atribut, dan yang
lainnya.
3. Time
Variant : data disimpan untuk menyajikan informasi dari sudut pandang masa
lampau (misal 5 – 10 tahun yang lalu). Setiap struktur kunci dalam data
warehouse mempunyai elemen waktu baik secara implisit maupun eksplisit
4. Nonvolatile
: sebuah data warehouse secara fisik selalu disimpan terpisah dari
data aplikasi operasional. Penyimpanan yang terpisah ini, data warehouse tidak
memerlukan proses transaksi, recovery dan mekanisme pengendalian konkurensi.
Biasanya hanya membutuhkan dua operasi dalam akses data yaitu initial load
of data dan access of data
Dari
pengertian tersebut, sebuah data warehouse merupakan penyimpanan data
tetap sebagai implementasi fisik dari pendukung keputusan model data. Data
warehouse juga biasanya dilihat sebagai arsitektur, pembangunan dan
penyatuan data dari bermacam macam sumber data yang berbeda untuk mendukung
struktur dan atau query tertentu, laporan analisis, dan pembuatan
keputusan (Han, 2006).
Extract, transform, dan load (ETL) merupakan sebuah
sistem yang dapat membaca data dari suatu data store, merubah bentuk
data, dan menyimpan ke data store yang lain. Data store yang
dibaca ETL disebut data source, sedangkan data store yang
disimpan ETL disebut target. Proses pengubahan data digunakan agar data sesuai
dengan format dan kriteria, atau sebagai validasi data dari source system.
Proses ETL tidak hanya menyimpan data ke data warehouse, tetapi juga
digunakan untuk berbagai proses pemindahan data. Kebanyakan ETL mempunya
mekanisme untuk membersihkan data dari source system sebelum disimpan ke
warehouse. Pembersihan data merupakan proses identifikasi dan koreksi
data yang kotor. Proses pembersihan ini menerapkan aturan-aturan tertentu yang
mendefinisikan data bersih.
Data Warehouse memberikan sebuah arsitektur data strategis
untuk melakukan analisis pendukung keputusan Data Warehouse memungkinkan data
mining, sebuah kemampuan untuk secara otomatis mensintesakan sejumlah besar
informasi untuk menemukan kebenaran-kebenaran tersembunyi di dalam data.
Komponen Data Warehouse:
Komponen Data Warehouse meliputi:
Ø
Operational Data, Sumber data dari data
warehouse dapat diambil langsung dari mainframe,
basis data relasional seperti Oracle, Ms SQL Server dan sebagainya. Selain itu
dapat melalui Operational Data Source
(ODS). ODS menampung data yang diekstrak dari sistem utama atau
sumber-sumeber data yang ada dan kemudian data hasil ekstrasi tersebut
dibersihkan.
Ø
Load Manager, disebut sebagai komponen front-end yang bertugas melakukan seluruh operasi yang berhubungan
dengan ekstrasi dan me-load data ke warehouse.
Ø
Warehouse Manager, komponen ini melakukan seluruh operasi-operasi yang
berhubungan dengan kegiatan manajemen data di dalam warehouse.
Operasi-operasi tersebut meliputi:
1.
Analisis
terhadap data untuk memastikan konsistensi
2.
Transformasi
dan penggabungan sunber data dari tempat penyimpanan sementara menjadi
tabel-tabel data warehouse
3.
Penciptaan
indeks-indeks dan view berdasarkan tabel-tabel dasar
4.
Melakukan
denormalisasi dan agregasi jika diperlukan
5.
Backing-Up dan pengarsipan data
Ø
Query Manager, juga disebut komponen back-end, melakukan
operasi-operasi yang berhubungan dengan manajemen user queries. Operasi-operasi yang dilakukan oleh komponen ini
termasuk mengarahkan query kepada
tabel-tabel yang tepat dan menjadwalkan eksekusi eksekusi dari quey tersebut.
Ø
End-user Access Tools, prinsip atau tujuan utama dari dibangunnya data warehouse adalah untuk menyediakan
informasi bisnis kepada user-user
untuk dapat melakukan pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. User ini dapat berinteraksi dengan DW
melalui end-user access tools. DW harus
secara efisien mendukung secara khusus kebutuhan user serta secara rutin melakukan analisis. Performa yang baik
dapat dicapai dengan merencanakan dahulu keperluan-keperluan untuk melakukan joins, summations dan laporan-laporan
per periode dengan end-users.
Terdapat 5 grup utama dari tools tersebut (Berson &
Smith):
1.
Reporting and query tools
2.
Application development tools
3.
Executive information System (EIS) tools
4.
Online Analytical Processing (OLAP) tools
5.
Data mining tools
Sumber Data untuk Data Warehouse :
1. Data operasional dalam organisasi, misalnya basis data
pelanggan dan produk, dan
2. Sumber eksternal yang diperoleh misalnya melalui
Internet, basis data komersial, basis data pemasok atau pelanggan.
Petunjuk Membangun Data Warehouse :
·
Menentukan misi
dan sasaran bisnis bagi pembentukan data warehouse
·
Mengidentifikasi
data dari basis data operasional dan sumber lain yang diperlukan bagi data
warehouse
·
Menentukan
item-item data dalam perusahaan dengan melakukan standarisasi penamaan data
dan maknanya
·
Merancang basis
data untuk data warehouse
·
Membangun
kebijakan dalam mengarsipkan data lama sehingga ruang penyimpanan tak menjadi
terlalu besar dan agar pengambilan keputusan tidak menjadi terlalu lamban.
· Menarik data
produksi (operasional) dan meletakkan ke basis data milik data warehouse
2.1 Akusisi Data
Akuisisi data dalam bahasa Inggris Data Acquisition
disingkat DAQ adalah proses sampling dari kondisi dunia nyata fisik dan
konversi dari sampel yang dihasilkan menjadi nilai numerik digital yang dapat
dimanipulasi oleh komputer. akuisisi data dan sistem akuisisi data (disingkat
dengan akronim DAS) biasanya melibatkan konversi bentuk gelombang analog
menjadi nilai digital untuk diproses. Komponen dari sistem akuisisi data
meliputi: Sensor yang mengkonversi parameter fisik untuk sinyal-sinyal
listrik. Sirkuit pengkondisian sinyal untuk mengubah sinyal sensor menjadi
bentuk yang dapat dikonversikan ke nilai digital.
Konverter analog-ke-digital, yang mengkonversi sinyal sensor dikondisikan
dengan nilai-nilai digital. Aplikasi akuisisi Data dikendalikan oleh program
software yang dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman berbagai
tujuan umum seperti BASIC, C, Fortran, Java, Lisp, Pascal. COMEDI merupakan
open source API (aplikasi Program Interface) yang digunakan oleh aplikasi untuk
mengakses dan mengontrol perangkat keras akuisisi data. Menggunakan COMEDI
memungkinkan program yang sama untuk berjalan pada sistem operasi yang berbeda,
seperti Linux dan Windows. Perangkat lunak khusus yang digunakan untuk
membangun sistem data akuisisi skala besar termasuk epik. lingkungan
pemrograman grafik termasuk logika tangga, Visual C + +, Visual Basic, MATLAB
dan LabVIEW.
Suatu sistem akuisisi data pada umumnya dibentuk
sedemikian rupa sehingga sistem tersebut berfungsi untuk mengambil ,
mengumpulkan dan menyimpan data dalam bentuk siap yang siap untuk diproses
lebih lanjut. Gambar 1 menunjukan diagram blok sistem akuisisi data.
2.1 Data Mining
Data mining
merupakan proses untuk menggali pengetahuan dan informasi baru dari data yang
berjumlah banyak pada data warehouse, dengan menggunakan kecerdasan buatan
(Artificial Intelegence), statistik dan matematika. Data mining merupakan
teknologi yang diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara data dan
pemakainya.
Langkah-langkah
untuk melakukan data mining adalah sebagai berikut :
1.
Data
cleaning (untuk menghilangkan noise data yang tidak konsisten) Data integration
(di mana sumber data yang terpecah dapat disatukan)
2.
Data
selection (di mana data yang relevan dengan tugas analisis dikembalikan ke
dalam database)
3.
Data
transformation (di mana data berubah atau bersatu menjadi bentuk yang tepat
untuk menambang dengan ringkasan performa atau operasi agresi)
4.
Data
mining (proses esensial di mana metode yang intelejen digunakan untuk
mengekstrak pola data)
5.
Pattern
evolution (untuk mengidentifikasi pola yang benar-benar menarik yang mewakili
pengetahuan berdasarkan atas beberapa tindakan yang menarik)
6.
Knowledge
presentation (di mana gambaran teknik visualisasi dan pengetahuan digunakan
untuk memberikan pengetahuan yang telah ditambang kpada user).
Fungsi-fungsi
yang umum diterapkan dalam data mining (Haskett, 2000) :
1. Assosiation, adalah
proses untuk menemukan aturan assosiatif antara suatu kombinasi item dalam
suatu waktu
2. Sequence, proses
untuk menemukan aturan assosiatif antara suatu kombinasi item dalam suatu waktu
dan diterapkan lebih dari satu periode
3. Clustering, adalah
proses pengelompokan seumlah data/obyek ke dalam kelompok data sehingga setiap
kelompok berisi data yang mirip
4. Classification, proses
penemuan model atau fungsi yang menjelaskan atau membedakan konsep atau kelas
data, dengan tujuan untuk dapat memperkirakan kelas dari suatu objek yang
labelnya tidak diketahui.
5. Regretion, adalah
proses pemetaan data dalam suatu nilai prediksi
6. Forecasting, adalah
proses pengestimasian nilai prediksi berdasarkan pola-pola di dalam sekumpulan
data.
7. Solution, adalah
proses penemuan akar masalah dan problem
solving dari persoalan bisnis yang dihadapkai atau paling tidak sebagai
informasi dalam pengambilan keputusan.
Beberapa solusi yang diberikan data
mining antara lain :
1. Menebak
target pasar
Data mining dapat mengelompokkan
(clustering) model-model pembeli dan melakukan klasifikasi terhadap setiap
pembeli dan melakukan klasifikasi terhadap setiap pemebeli sesuai dengan
karakteristik yang diinginkan.
2. Melihat pola
beli dari waktu ke waktu
Data mining dapat digunakan untuk
melihat pola beli dari waktu ke waktu.
3. cross-market
analysis
Data mining dapat dimanfaatkan untuk
melihat hubungan antara satu produk dengan produk lainnya.
4. Profil
pelanggan
Data mining bisa membantu pengguna
untuk melihat profil pembeli sehingga dapat diketahui kelompok pembeli tertentu
cenderung kepada suatu produk apa saja.
5. Informasi
summary
Data mining dapat membuat laporan
summary yang bersifat multi dimensi dan dilengkapi dengan informasi statistik
lainnya.
Arsitektur data mining
1.
Database, data warehouse, atau tempat penyimpanan informasi lainnya.
2.
Server database atau data warehouse.
3.
Knowledge base
4.
Data mining engine.
5.
Pattern evolution module.
6. Graphical user interface.
Jenis data dalam data mining
1.
Relation
Database : Sebuah sistem database, atau disebut juga database management system
(DBMS), mengandung sekumpulan data yang saling berhubungan, dikenal sebagai
sebuah database, dan satu set program perangkat lunak untuk mengatur dan
mengakses data tersebut.
2.
Data
Warehouse : Sebuah data warehouse merupakan sebuah ruang penyimpaan informasi
yang terkumpul dari beraneka macam sumber, disimpan dalam skema yang menyatu,
dan biasanya terletak pada sebuah site.
2.4 Kecerdasan Bisnis/ Analitik
Bisnis
Kecerdasan
bisnis (BI) menguraikan komponen
arsitektural dasar dari suatu lingkungan BI. Kecerdasan bisnis meliputi
pemerolehan informasi dan data dari banyak sumber dan menggunkannya dalam
pengambilan keputusan.
Penilaian BI:
1.
Analisis
kebutuhan bisnis
Menganalisa tujuan dan sasaran bisnis dan strategi
mendasar
2.
Analisis
organisasional
Menganalisa bisnis yang ada san struktur organisasi yang
ada, budaya organisasi
3.
Analisis
teknis/metodolog
Menganalisa apakah metodologi pengembangan dan
infrastruktur teknis yang sesuai sudah pada tempatnya.
Keuntungannya adalah :
·
Organisasi dapat memonitor secara sistematik
aktifitas-aktifitas pada setiap proses pada bisnis prosesnya.
·
Organisasi dapat dengan mudah menemukan kesalahan
dalam proses dan memperbaikinya secepat mungkin.
·
Organisasi dapat memahami proses setiap perubahan
input menjadi output pada bisnis prosesnya.
·
Organisasi mampu melakukan pengukuran pada setiap
perubahan pada kondisi perusahaan.
·
Organisasi dapat memahami setiap proses dan metode
dari proses yang benar.
Suatu proses bisnis adalah “satu
rangkaian aktivitas yang diharapakan untuk memenuhi tujuan strategis dari suatu
organisasi.”
·
Operating Events adalah suatu aktivitas operasi yang
dilaksanakan di dalam proses bisnis untuk menyediakan barang dan jasa untuk
konsumen.
·
Information Events termasuk tiga aktivitas : merekam
data tentang kejadian operasi, pemeliharaan data referensi yang penting untuk
organisasi, dan melaporkan informasi yang dibutuhkan untuk manajemen dan
pengambil keputusan yang lain.
·
Decision/Management Events adalah
aktivitas dimana manajemen dan orang lain membuat keputusan tentang
perencanaan, pengawasan dan evaluasi proses bisnis.
BAB III
PENUTUP
3.1
KESIMPULAN
- Data warehouse merupakan penyimpanan data yang berorientasi objek, terintegrasi, mempunyai variant waktu, dan menyimpan data dalam bentuk nonvolatile sebagai pendukung manejemen dalam proses pengambilan keputusan .
- Akuisisi data dan sistem akuisisi data (disingkat dengan akronim DAS) biasanya melibatkan konversi bentuk gelombang analog menjadi nilai digital untuk diproses.
- Data mining merupakan proses untuk menggali pengetahuan dan informasi baru dari data yang berjumlah banyak pada data warehouse, dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence), statistik dan matematika. Data mining merupakan teknologi yang diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara data dan pemakainya.
- Kecerdasan bisnis meliputi pemerolehan informasi dan data dari banyak sumber dan menggunkannya dalam pengambilan keputusan.
DAFTAR
PUSTAKA
http://www.coca-cola.com/index-b.html
http://www.cokecce.com/srclib/index.html
http://www2.marksandspencer.com/thecompany/
http://www.boeing.com/
http://www.gm.com/
Tan,
Steinbach, Kumar, “Introduction to Data Mining”
http://en.wikipedia.org/wiki/Data_mining
Tidak ada komentar:
Posting Komentar